KPPI Selidiki safeguards

Dimana API yang sebagai wakil industri dalam negeri untuk pemroduksi komoditas itu berasa dirugikan.

Rincian serta nomor HS itu sesuai Buku Biaya Kepabeanan Indonesia (BTKI) tahun 2017.

“Dari bukti awal permintaan yang disodorkan API, KPPI mendapatkan ada kenaikan jumlah import barang baju serta aksesories baju. Tanda itu, diantaranya pengurangan keuntungan dengan cara terus-terusan yang disebabkan dari berkurangnya volume produksi serta volume pemasaran lokal.

Sedang negara lain mempunyai pangsa import di bawah 3 %.

Komite Penyelamatan Perdagangan Indonesia (KPPI) mulai lakukan penyidikan aksi penyelamatan perdagangan (safeguards) atas kenaikan jumlah import barang baju serta aksesories baju mulai Kamis 1 Oktober 2020.

Ketua KPPI Mardjoko menjelaskan, ketetapan ini dilaksanakan untuk tindak lanjut atas permintaan dari Perkumpulan Pertekstilan Indonesia (API) pada 9 September 2020 kemarin. Dimana API yang sebagai wakil industri dalam negeri untuk pemroduksi komoditas itu berasa dirugikan.

Rincian serta nomor HS itu sesuai Buku Biaya Kepabeanan Indonesia (BTKI) tahun 2017.

“Dari bukti awal permintaan yang disodorkan API, KPPI mendapatkan ada kenaikan jumlah import barang baju serta aksesories baju. Tanda itu, diantaranya pengurangan keuntungan dengan cara terus-terusan yang disebabkan dari berkurangnya volume produksi serta volume pemasaran lokal.

Sedang negara lain mempunyai pangsa import di bawah 3 %.

Import barang baju serta aksesories baju terbagi dalam 18 nomor Harmonized Sistem (HS) 4 digit, yakni 6101, 6102, 6103, 6104, 6105, 6106, 6109, 6110, 6111, 6117, 6201, 6202, 6203, 6204, 6205, 6206, 6209, serta 6214. Rincian serta nomor HS itu sesuai Buku Biaya Kepabeanan Indonesia (BTKI) tahun 2017.

“Dari bukti awal permintaan yang disodorkan API, KPPI mendapatkan ada kenaikan jumlah import barang baju serta aksesories baju.

Tanda itu, diantaranya pengurangan keuntungan dengan cara terus-terusan yang disebabkan dari berkurangnya volume produksi serta volume pemasaran lokal.

Sedang negara lain mempunyai pangsa import di bawah 3 %.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.