Tensi AS-China Soal Virus Corona COVID-19

Kemelut di antara AS serta China muncul di Majelis Umum PBB tahunan di New York, ditambah saat Presiden AS Donald Trump kembali lagi mempersalahkan China atas penebaran Virus Corona COVID-19.

Merilis situs BBC, Rabu (23/9/2020), Trump mengatakan China untuk diminta pertanggungjawaban atas epidemi.

“Kita harus minta pertanggungjawaban bangsa yang melepas epidemi ini ke dunia, China,” tuturnya.

“Pada hari-hari awal virus, China menutup perjalanan di negeri, sesaat meluluskan penerbangan yang tinggalkan China serta mengontaminasi dunia. China mengutuk larangan perjalanan saya di negara mereka, serta waktu mereka menggagalkan penerbangan lokal serta menutup masyarakat di dalam rumah mereka,” sambungnya.

Diketahui, Presiden Trump sudah sering mendakwa Beijing tutupi virus itu, dengan menjelaskan mereka dapat hentikan penebaran penyakit. Tetapi, China menyebutkan gempuran itu untuk masalah yang tidak berdasarkan.

Kebalikannya dalam pidatonya, Presiden China Xi Jinping menjelaskan negaranya “tidak punya niat untuk masuk Perang Dingin dengan negara mana juga”.

Dalam pidato yang diuraikan selekasnya sesudah pimpinan AS, Presiden Xi mengingatkan mengenai efek “bentrokan peradaban”.

“Kami tetap akan mempersempit ketidaksamaan serta mengakhiri konflik dengan seseorang lewat diskusi serta negosiasi. Kami tidak berupaya untuk cuma meningkatkan diri atau terjebak dalam permainan zero sum,” tuturnya.

Dalam sambutan yang dikeluarkan mendekati pidato hari Selasa, Presiden Xi ambil aksi yang bertambah terbuka pada AS dengan menjelaskan “tidak ada negara yang mempunyai hak untuk memimpin kepentingan global, mengatur nasib seseorang, atau simpan keuntungan dalam pembangunan untuk dirinya”.

dalam pidatonya, Presiden Xi menjelaskan China untuk pemroduksi gas rumah kaca paling besar di dunia, mempunyai tujuan untuk capai pucuk emisi di tahun 2030 serta jadi netral karbon di tahun 2060.

Jalinan di antara ke-2 negara itu tegang di beberapa medan.

Kemelut AS – Tiongkok terus bertambah, sesudah berbalas tutup kantor konsulat, Menlu AS Mike Pompeo kembali pada rumor Laut China Selatan. Beberapa analis memandang, itu ialah sisi dari Taktik Presiden Trump menjaga kedudukannya serta tidak

Leave a Reply

Your email address will not be published.